Di tengah berkembangnya film horor lokal yang semakin matang dari segi cerita maupun atmosfer, Tulah 6/13 hadir sebagai salah satu judul yang mampu memberikan pengalaman mencekam sejak awal hingga akhir. Film ini mengangkat kisah kutukan, persahabatan, serta rahasia masa lalu yang ternyata jauh lebih gelap daripada yang dibayangkan. Tidak mengherankan jika film ini langsung menarik perhatian para pecinta horor di platform KACA21, tempat terbaik untuk menikmati film dengan kualitas tayang yang jernih dan stabil.
Cerita dimulai dengan suasana yang tampak biasa. Gilang merencanakan liburan singkat bersama dua sahabat SMA-nya, Sarah dan Kevin, untuk merayakan ulang tahunnya yang jatuh pada tanggal 13. Ketiganya memilih sebuah vila terpencil sebagai destinasi, dengan harapan bisa mengulang kembali kehangatan masa remaja mereka. Namun, sejak awal kedatangan, tanda-tanda aneh mulai muncul. Cahaya lampu yang berkedip tanpa alasan, suara langkah kaki di lantai atas, hingga bayangan yang bergerak di balik jendela. Semua itu membuat Sarah mulai merasa ada sesuatu yang tidak beres.
Pada bagian awal cerita, film berhasil membangun atmosfer mencekam tanpa tergesa, membuat penonton yang menonton melalui LAYAR KACA21 dapat merasakan ketidaknyamanan yang perlahan meningkat. Hubungan ketiga sahabat ini pun digambarkan dengan baik, sehingga ketika teror mulai menyerang, ikatan mereka terasa sangat nyata dan emosional.
Kengerian mulai memuncak ketika Gilang mengalami kejadian aneh tepat di tengah malam. Ia melihat sosok perempuan berwajah pucat yang berulang kali memanggil namanya. Tidak hanya itu, simbol misterius mulai muncul di tembok vila, dan Sarah menemukan catatan tua yang menyebut tanggal kutukan 6 dari 13, darah akan menagih. Dari sinilah film memasuki fase paling menegangkan.
Pada bagian tengah, ketiga sahabat mulai menyadari bahwa mereka bukan hanya diteror, tetapi menjadi bagian dari ritual kutukan yang sudah berlangsung puluhan tahun. Penonton yang menikmatinya melalui LAYARKACA21 akan disuguhkan adegan-adegan intens, penuh ketegangan, dan misteri yang semakin menjerat. Rahasia masa lalu Gilang pun akhirnya terbongkar—ternyata keluarganya memiliki hubungan kelam dengan tragedi yang pernah terjadi di vila tersebut. Semakin banyak kebenaran terungkap, semakin besar pula ancaman yang harus mereka hadapi.
Sutradara berhasil mempertahankan ketegangan tanpa membuat cerita terasa berlebihan. Setiap jumpscare ditempatkan dengan tepat, efek suara digunakan dengan cerdas, dan visual horor yang ditampilkan terasa nyata serta mengganggu. Akting para pemain juga patut mendapat pujian, terutama saat adegan-adegan kritis yang melibatkan rasa takut ekstrem dan konflik emosional.
Tulah 6/13 bukan sekadar film horor, tetapi kisah tentang masa lalu yang tidak pernah benar-benar mati. Tentang bagaimana sebuah kesalahan kecil bisa memicu malapetaka besar. Film ini berhasil memadukan misteri, supranatural, dan drama persahabatan dengan sangat solid.
