Dunia perfilman tanah air kembali dikejutkan oleh sebuah premis super kreatif yang berhasil mengocok perut sekaligus memicu bulu kuduk. Menjelang akhir pekan, bioskop dan berbagai platform ulasan dipenuhi oleh perbincangan hangat mengenai film terbaru berjudul Dukun Magang. Bagi Anda yang kerap memantau pergerakan tren sinema lokal melalui situs tepercaya seperti LAYARKACA21, judul film yang satu ini pasti sudah tidak asing lagi karena berhasil nangkring di jajaran rekomendasi teratas berkat kombinasi genre horor dan komedi satirnya yang sangat solid.
Bayangkan Anda adalah Raka, seorang mahasiswa tingkat akhir yang otaknya sudah berasap akibat kejaran deadline dosen pembimbing. Alih-alih mendapatkan tempat magang di kantor korporat yang nyaman dan ber-AC, nasib sial justru melemparnya ke Desa Kalimati untuk menjadi asisten pribadi Mbah Djambrong, seorang dukun legendaris yang eksentrik.
Setidaknya, ada tiga hal gila yang harus dihadapi Raka di sepanjang film ini:
-
Multitasking Tingkat Dewa : Penonton akan dibuat tertawa terpingkal-pingkal melihat adegan Raka yang sibuk mengetik revisi Bab 4 di laptopnya, sementara tangan kanannya dipaksa membakar kemenyan untuk pasien gaib.
-
Benturan Logika vs Mistis : Dialog-dialog cerdas tercipta ketika argumen sains Raka sebagai mahasiswa dipatahkan begitu saja oleh aturan klenik kuno Mbah Djambrong yang sama sekali tidak masuk akal namun entah bagaimana selalu berhasil.
-
Teror Pasien Supranatural : Bukan melayani klien perusahaan, Raka justru harus membuatkan kopi hitam tanpa gula untuk sesosok makhluk halus yang sedang berkonsultasi mengenai masalah “rumah tangga” mereka di alam gaib.
Sutradara film ini benar-benar paham cara mengeksploitasi penderitaan mahasiswa menjadi sebuah lelucon yang segar tanpa terasa garing. Akting pemeran Raka begitu natural dalam mengekspresikan rasa takut sekaligus sinis, sementara aktor senior yang memerankan Mbah Djambrong tampil sangat karismatik namun tetap kocak. Keberhasilan kualitas produksi dan sinematografi yang menangkap atmosfer Desa Kalimati dengan sangat estetis inilah yang memicu ledakan penonton di internet, di mana banyak orang mulai membagikan tautan streaming film ini melalui jaringan LAYAR KACA21 demi bisa menonton ulang adegan-adegan ikoniknya bersama teman sejawat.
Pada akhirnya, Dukun Magang bukan sekadar film komedi hantu biasa yang mengandalkan adegan kaget. Film ini adalah sebuah refleksi tajam sekaligus menghibur tentang bagaimana beratnya tekanan mental yang dihadapi oleh generasi muda saat ini dalam mengejar kelulusan, hingga terkadang realitas kehidupan nyata terasa jauh lebih horor daripada menghadapi sekumpulan jin di tengah hutan.
Apakah Raka berhasil menyelesaikan skripsinya tepat waktu, atau justru ia akan beralih profesi menjadi penerus takhta supranatural di Desa Kalimati? Temukan jawabannya malam ini juga, siapkan tempat duduk paling nyaman di rumah Anda, dan jangan lupa nonton di KACA21 untuk ikut merasakan keseruan petualangan magang paling anti-mainstream abad ini!
